Thursday, April 14, 2011

Makin ke selatan di sumba timur

perjalanan dimulai dari kota waingapu. semakin ke selatan di sumba timur berarti kita sedang menuju ke daerah bernama Nggongi. gue sendiri masih belum terbayang seperti apa tempat tujuan kali ini. namun jika kita melihat di Peta, kurang lebih rutenya seperti ini:


nggongi itu adalah daerah di wilayah selatan pulau sumba, termasuk daerah terselatan dari bumi nusantara, sehingga di pulau-pulau di dekatnya dibangun pos penjagaan. di daerah ini juga pernah terhembus isu bahwa pulau-pulau tersebut dijual kepada orang asing, tapi menurut penduduk disana itu hanya isu politis untuk menjatuhkan pembesar diwilayah itu.

perjalanan kesana memang bukan perjalanan yang ringan. estimasi waktu tempuh 5 jam dengan medan jalan yang tidak baik. untungnya disiapkan kendaraan tempur dan driver yang mumpuni. haha.. pengalaman pertama gue naik mobil bergardan dua untuk jarak jauh..

entah supirnya yang terlalu hebat atau guenya yang cupu, tapi mobil sebesar ford ranger dikebut sama driver sampai 100 km/jam di jalan yang cuma muat 1 mobil yang kanan kirinya jurang dan jalan yang tidak lurus. berasa seperti naik roller coaster selama 4 jam. perasaan sudah ga karuan, mual, pusing, ngantuk, dll. untungnya karena akrobat driver hebat itu kita bisa sampai "hanya" dengan 4 jam perjalanan.

hal yang menyambut kami ketika pertama kali tiba di daerah ini adalah lautan ternak yang memonopoli jalan raya. bahkan mobil kami pun harus mengalah untuk masuk ke rerumputan agar bisa melewati ternak-ternak yang mungkin sedang arisan itu.

Setelah mengobrol agak panjang, saya baru tahu, kalau di sumba ini memiliki jenis sapi yang terkenal dan hanya ada di sana, namanya sapi Ongole. Sapi Ongole warnanya putih mirip (tapi tidak sama) seperti sapi yang biasa jadi kurban pas hari raya kurban. Sapi Ongole di Sumba, atau yang disebut Sapi S.O. (Sumba Ongole) merupakan ras ongole murni yang masuk ke indonesia dari india, sedangkan sapi-sapi yang biasa kita lihat di hari raya kurban itu adalah hasil perkawinan silangnya (Sapi P.O. : Peranakan Ongole). kalau berbicara masalah peternakan, gue jadi inget ade gue bimo, cepat lulus ya bom..

KTP untuk ternak adalah keunikan lainnya yang saya temukan di sumba timur. semua ternak di sumba timur harus memiliki KTP. hahaha, ayo yang belum punya KTP, padahal sudah harus punya jangan mau kalah ya. KTP disini ternyata bukan kartu tanda penduduk, tapi kartu tanda pemilik. jadi walaupun ternak-ternak tersebut dibiarkan bebas mengembara, akan tetapi tetap ada pemiliknya.

sayangnya gue ga banyak foto-foto disana karena waktunya juga cuma sebentar. esok harinya gue sudah harus kembali ke waingapu untuk kembali ke kupang. perjalanan kali ini sudah lebih baik dibanding yang sebelumnya, karena beberapa kali kita berhenti untuk menstabilkan kondisi perut yang tergoncang-goncang.

sedikit tips dari orang yang biasa bepergian jauh, agar tidak mual dalam perjalanan, udel/puser/bellybutton bisa ditutup pakai koyo..hahaha katanya si bisa ngurangi mual, tapi saya sendiri belum coba karena belum beli koyo. tapi menurut saya, yang ampuh buat ngilangin mual adalah harus makan yang cukup, dan beri jeda beberapa waktu biar makanan turun, baru kita jalan lagi..

anyway, mengambil Motto Sumba Timur : matawai amahu pada njara hamu yang artinya : mata air di padang rumput savana untuk kuda yang bagus, sepertinya memang sesuai dengan keadaan alam yang indah disana..

happy traveling..

No comments: